Pendidikan

10 Makna Akhiran -i dan Contohnya dalam Kalimat

Akhiran atau Sufiks merupakan imbuhan yang diletakkan pada akhir kata dasar. Biasanya proses dari pembentukan kata ini tidak mengalami perubahan bentuk. Proses pembentukannya seringkali disebut dengan safikasi. Ada beberapa jenis akhiran dalam Bahasa Indonesia, salah satunya yaitu akhiran -i. Akhiran -i biasanya digunakan bersamaan dengan awala di, me-, per, ataupun ter-. Namun jika akhiran -i digunakan tanpa adanya awalan pada kata dasar tersebut maka kalimat yang terbentuk akan menjadi kalimat perintah atau kalimat imperatif serta kata kerjanya menjadi bentuk transitif.

Akhiran i biasanya tidak memiliki variasi bentuk, sehingga bentuk dari kondisi dan situasi di manapun akan sama saja. Proses pengimbuhannya dilakukan dengan merangkaikan di bagian belakang dari kata dasar yang diimbuhinya. Nah berikut ini beberapa contoh imbuhan-i dalam bahasa Indonesia.

Dengan Tidak Adanya Awalan

1. Makna Berkali-Kali

Akhiran -i dapat memiliki makna melakukan sesuatu berkali-kali atau berulang-ulang, apabila akhiran -i tersebut diletakkan pada kata kerja yang menyatakan suatu tindakan. Contoh :

  • Pukul + i = pukuli (memukul berkali-kali)
    • Pukuli kasur yang dijemur itu menggunakan rotan.
  • Siram + i = sirami (menyiram berkali kali)
    • Mari kita sirami semua tanaman diseluruh perkarangan sekolah ini.
  • Kirim + i = kirimi
    • Jika nanti sudah terbit, kirimi kami beberapa buah buku itu.
  • Tulis+ i = tulisi
    • Coba tulisi beberapa kata dengan huruf sambung.
  • Potong + i = potongi
    • Sebaiknya segera potongi semua sayuran yang membusuk itu.

2. Makna Tempat

Akhiran -i dapat menyatakan makna suatu tempat jika diikuti oleh kata kerja transitif. Contoh :

  • Duduk + i = duduki (duduk di kursi)
    • Mengapa kau duduki kursi yang baru di cat itu ?
  • Datang + i = datangi
    • Hampir semua tempat sudah kau datangi di kota ini.
  • Temu + i = temui
    • Mereka sudah lama menunggu, mengapa tidak kau temui sebentar saja ?
  • Tidur + i = tiduri
    • Jangan kau tiduri kain yang sudah di setrika itu.
  • Minum + i = minumi

3. Makna Merasakan Sesuatu Pada

Akhiran -i dapat bermakna menyatakan suatu sikap, jika akhiran -i tersebut mengikuti kata kerja yang menyatakan perilaku atau sikap. Contoh :

  • Hormat + i = hormati (merasa hormat)
    • Hormati kedua orang tuamu saat berbicara dengan mereka.
  • Patuh + i = patuhi
    • Dalam berkendara di jalan raya sudah seharusnya kita patuhi rambu-rambu lalu lintas.
  • Sayang + i = sayangi
    • Bukan hanya kepada sesama manusia, tetapi semua mahluk hidup perlu kita sayangi.

4. Makna Memberi/Membubuhi

Akhiran -i dapat menyatakan makna memberi, bila akhiran -i mengikuti kata benda. Contoh :

  • Bumbu + i = bumbui (memberikan bumbu)
    • Untuk mendapatkan rasa yang lezat, bumbui masakanmu dengan sedikit lada.
  • Garam + i = garami (memberikan garam)
    • Agar tahan lama, garami dan keringkan ikan-ikan ini.
  • Pupuk + i = pupuki (membubuhi pupuk)
    • Bagaimana tanaman yang ada di kebunmu dapat berbuah subur, jika tidak kau pupuki dengan rutin.

5. Makna Bersifat seperti

Akhiran -i yang diletakkan pada kata-kata benda tertentu yang memiliki sifat khusus atau tertentu, memberikan makna menjadi. Contoh :

  • Hewan + i = hewani (bersifat hewan)
    • Beberapa kandungan dalam makanan tersebut terdapat lemak hewani yang tidak boleh dikonsumsi oleh kaum vegetarian.
  • Alam + i = alami (bersifat alam/wajar/natural, tidak dibuat-buat)
    • Seharusnya manusia hidup alami sesuai kodratinya sebagai makluk Tuhan.

6. Makna Menjadi

Apabila akhiran -i diletakkan pada akhir sebuah kata sifat, maka akhiran -i tersebut dapat memberikan makna menjadi.  Contoh :

  • Lengkap + i = lengkapi (menjadi lengkap)
    • Siapkan dan lengkapi segala dokumen-dokumen yang dibutuhkan sebelum melamar pekerjaan tersebut.
  • Hitam + i = hitami
    • Sepertinya pagar ini perlu kita hitami sedikit lagi agar terlihat lebih terang.
  • Kumpul + i = kumpuli
    • Segera kumpuli lembaran jawaban di masing-masing meja.

Adanya Awalan

7. Mengubah Kata Kerja Intransitif Menjadi Transitif

Akhiran -i dapat berfungsi untuk mengubah bentuk kata kerja dari intransitif menjadi transitif. Contoh :

  • Me + masuk + i = memasuki
    • Para siswa mulai memasuki aula untuk mendengarkan seminar tentang Perguruan Tinggi.
  • Men + tawa + i = menertawai
    • Orang-orang menertawai penampilan komedi ayah di panggung 17 Agustus.

8. Bermakna Menuju ke Suatu Tempat

Contoh :

  • Men + datang + i = mendatangi
    • Beberapa bulan sekali, Ibu selalu mendatangi kuburan kakek dan nenek.
  • Me + kunjung + i = mengunjungi
    • Tahun depan kami akan mengunjungi TMII saat liburan sekolah.
  • Me + seberang + i = menyeberangi
    • Anak-anak di perdalaman Kalimantan, masih harus menyeberangi sungai setiap kali berangkat sekolah.

9. Bermakna Menyebabkan/Memberikan Sesuatu hingga Menjadi

Contoh :

  • Me + warna + i = mewarnai (memberikan warna, menyebabkan sesuatu menjadi berwarna).
    • Adik sedang menyelesaikan tugas sekolahnya mewarnai kupu-kupu.
  • Meng + asin + i = mengasini (memberikan/menyebabkan sesuatu hingga menjadi asin)
    • Ibu sedang mengasini ikan yang dibelinya dari pasar semalam.

10. Menyatakan Intensitas/Pekerjaan yang Dilakukan Berulang kali

Akhiran -i dapat memberikan makna intensitas, yaitu suatu kegiatan yang berulangkali dilakukan oleh pelakunya. Contoh :

  • Me + pukul + i = memukuli
    • Warga desa memukuli pelaku pencurian tersebut hingga babak belur.
  • Me + tendang + i = menendangi
    • Adik menendangi bola itu hingga mengenai jendela rumah.

Akhiran -i, baik yang diikuti awalan maupun tidak diikuti awalan merupakan kata kerja. Jika akhiran -i tersebut tidak disisipi dengan awalan me- ataupun di- maka kata kerja tersebut akan membentuk sebuah kata kerja imperatif. Kata kerja imperatif sendiri adalah kata kerja yang berbentuk perintah sehingga menyatakan sebuah larangan maupun keharusan untuk melakukan sebuah perbuatan.

Sedangkan kata kerja berakhiran -i yang mana diimbuhi dengan awalan entah me- ataupun di- maka merupakan kata kerja indikatif, yang mana merupakan kata kerja yang memiliki makna menggambarkan kenyataan.

Nah itu tadi beberapa makna akhiran -i dan contohnya dalam sebuah kalimat. Tentu saja setiap akhiran memiliki makna-makna tersendiri yang mana menyebabkan arti yang berbeda dari setiap kata dasar. Semoga informasi diatas dapat bermanfaat untuk anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

| |
Back to top button