Pendidikan

119 Contoh Kalimat Interogatif dalam Bahasa Indonesia

Hakikat kehidupan dimulai dari pertanyaan. Seperti siapa aku, mengapa aku hidup, bagaimana aku bisa hidup, kapan aku dihidupkan, dll. Semuanya dimulai dari kalimat pertanyaan. Ada sebuah ungkapan, Malu bertanya sesat dijalan. Ungkapan ini sering kita dengar, namun apa sebenarnya bertanya itu? Bagaimana cara bertanya yang baik? bagaimana membuat orang lain paham dengan maksud pertanyaan kita?

Coba bandingan dua kalimat pertanyaan berikut :

Siapa yang menjemputmu?

Siapa menjemput?

Setelah memperhatikan kedua kalimat di atas, maksud pertanyaannya sama yaitu menanyakan orang yang menjemput tetapi yang atas lebih mudah dimengerti dibandingkan yang bawah. Untuk dapat memahami kalimat pertanyaan, berikut penjelasan mengenai kalimat pertanyaan, jenis jenisnya, cara membuat dan contohnya.

Pengertian Kalimat Pertanyaan (Kalimat Interogatif)

Kalimat interogatif merupakan kalimat yang berisi wujud pertanyaan dan umumnya memakai kata tanya.

Dalam bahasa inggris kata tanya disingkat 5 W1 H meliputi What (apa), Why (Kenapa/mengapa), When (kapan), Where (dimana), who (siapa), how (bagaimana). Sedangkan dalam bahasa Indonesia ditambah kata tanya berapa.

Kalimat interogatif digunakan untuk bertanya mengenai sesuatu yang ingin ditanyakan, ataupun sesuatu yang ingin diketahui informasinya.

Kalimat interogatif atau kalimat pertanyaan dipakai apabila penutur ingin mendapatkan informasi atau reaksi ataupun jawaban atas pertanyaan yang ia ucapkan. Dalam bertanya, penanya menggunakan intonasi menurun dan terdapat tanda baca tanda tanya pada akhir kalimat.

Ciri Kalimat Interogatif (Kalimat Pertanyaan)

Kalimat interogatif  mempunyai ciri yang menonjol meliputi :

  1. terdapat penanda interogatif yang terlihat pada akhir sebuah kalimat, yaitu dengan tanda tanya (?)
  2. kalimat interogatif ada yang menggunakan kata tanya (apa, bagaimana, siapa, dimana, kapan, mengapa)
  3. ada pula kalimat interogatif dengan menggunakan kata berimbuhan -kah, seperti apakah, dapatkah, bisakah, inginkah, dll.

Cara Membuat Kalimat Interogatif atau Kalimat Tanya

1. Memakai kata tanya : bagaimana, mengapa / kenapa, apa, dimana/kemana, siapa, berapa, kapan.

Kalimat interogatif dengan menggunakan kata tanya dibuat dengan format berikut ini :

  • Bagaimana + kata kerja
  • Bagaimana + kata benda
  • Bagaimana + kata keterangan
  • Kenapa + pelaku
  • Kenapa + kata ganti
  • Kenapa + kata benda
  • Apa + yang
  • Apa + kata benda
  • Dimana + pelaku
  • Dimana + kata benda
  • Dimana + kata ganti
  • Kemana + pelaku
  • Kemana + kata benda
  • Kemana + kata ganti
  • Siapa + kata benda
  • Siapa + yang
  • Siapa + kata ganti
  • Berapa + kata benda
  • Kapan + Kata ganti
  • Kapan + Kata pelaku
  • Kapan + Kata benda

2. Menambahkan sufiks –kah

Kalimat interogatif dengan menggunakan sufiks –kah dibuat dengan format berikut ini :

Kata keterangan + sufiks –kah

Contoh kata yang digunakan:

  • Boleh + sufiks –kah
  • Sanggup + sufiks –kah
  • Sudah + sufiks –kah
  • Apa + sufiks –kah
  • Dapat + sufiks –kah
  • Bisa + sufiks –kah
  • Harus + sufiks –kah
  • Mampu + sufiks –kah
  • Berani +  sufiks –kah

Jenis Jenis Kalimat interogatif

Kalimat interogatif diklasifikasikan menjadi 15 macam. Berikut uraian tentang jenis jenis kalimat interogatif beserta contohnya masing masing :

1. Kalimat interogatif untuk diakui atau untuk diingkari

Pertanyaan – pertanyaan semacam ini hanya dikenali dari intonasinya. Terlebih dalam bahasa lisan, sering dijumpai banyak pertanyaan untuk diakui atau diingkari. Pengakuan dan pengingkaran dapat dilihat dari kata tanya yang digunakan yaitu “apa, apakah, bolehkah, sudahkah”. Pengakuan dibuktikan dengan jawaban “iya, ya, boleh, sudah”. Sedangkan pengingkaran dapat dibuktikan dengan jawaban “tidak, belum, bukan”.

Contoh Kalimat interogatif untuk diakui atau untuk diingkari

  • Bolehkah aku menyalakan radio kencang – kencang di studio rumahmu?
  • Sudahkah kamu menjahit kain yang kuberikan bulan lalu?
  • Sudahkah kamu mematikan laptop di kamarku?
  • Apakah baju yang kau kenakan ini adalah baju yang minggu lalu kita beli bersama ?
  • Apakah kamu sudah menyelesaikan laporan tahunan yang diminta direktur ?

2. Kalimat interogatif untuk memperoleh keterangan

Kalimat interogatif jenis ini selalu diawali kata tanya, seperti : “mengapa, bagaimana apa siapa dimana, kemana, berapa kapan” dan sebagainya dan diakhiri tanda tanya. Jawaban pertanyaan ini bisa berupa keterangan atas pertanyaan yang ditanya. Berikut rincian kata tanya beserta keterangan masing – masing kata tanya tersebut.

Kata tanya Untuk menanyakan keterangan
Mengapa Penyebab, latar belakang, alasan
Bagaimana Proses, cara, prosedur, keadaan, alur cerita, rangkaian kejadian
Apa Nama benda, tujuan atau maksud, profesi
Siapa Nama Orang
Dimana/kemana Tempat, arah, tujuan, alamat
Berapa Jumlah, frekuensi/tingkat keseringan
Kapan Waktu (detik, menit, jam, hari, bulan, tahun, era, windu, abad)

3. Kalimat Interogatif Positif

Kalimat Interogatif positif merupakan kalimat pertanyaan yang mengandung pernyataan positif.

Contoh kalimat interogatif positif :

  • Kapan kamu berangkat ke Grobogan?
  • Mengapa aku gagal dalam lomba?
  • Siapa yang membuatmu menjadi sukses seperti sekarang?
  • Apa kamu akan mendaftar sebagai penerima beasiswa LPDP jalur reguler?
  • Berapa banyak jumlah sensus penduduk tahun ini ?

4. Kalimat Interogatif Negatif

Kalimat Interogatif Negatif merupakan kalimat pertanyaan yang mengandung penyataan negatif yang ditandai dengan kata tidak ataupun bukan.

Contoh Kalimat interogatif negatif

  • Mengapa ruangan ini didesain tidak sesuai dengan ukuran yang disepakati?
  • Mengapa tidak semua penduduk mendapatkan lapangan pekerjaan di negara kita?
  • Mengapa kamu tidak mengunjungiku ketika aku sakit tahun lalu?
  • Kenapa kamu tidak memakai jaket di musim hujan ini?
  • Kenapa bukan kamu yang mengatur acara perpisahan sekolah waktu itu ?

5. Kalimat Interogatif Retorika

Kalimat interogatif retorika atau kalimat tanya tak bertanya maksudnya adalah kalimat pertanyaan yang tidak membutuhkan jawaban, hal ini karena jawaban pertanyaan tersebut sudah diketahui jawabannya dan kalimatnya sudah menjadi kalimat yang lengkap. Kalimat interogatif retorika sifatnya penegasan terhadap sesuatu dalam bentuk kalimat tanya.

Contoh Kalimat Interogatif Retorika

  • Apakah kami di sana hanya untuk bermalas – malasan?
  • Bagaimana mungkin itu dapat terjadi?
  • Siapa yang tak mengenal SBY?
  • Apakah arti setiap usaha kita?
  • Aku tak paham kenapa hal seperti ini musti terjadi?
  • Aku sendiri bertanya – tanya, kenapa dia sekarang jadi begitu?
  • Aku heran, mengapa dia berubah drastis begitu?
  • Betulkan kataku, dia akan pergi?

6. Kalimat Interogatif dengan Jawaban Ya / Tidak

Kalimat Interogatif ini merupakan jenis kalimat pertanyaan yang hanya membutuhkan salah satu jawaban ya atau tidak.

Contoh kalimat Interogatif dengan jawaban ya / tidak

  • Apakah dompet ini milikmu?
  • Apakah perempuan itu ibumu?
  • Apakah motor yang mahal ini dijual?
  • Apakah kamu sudah sarapan?
  • Beranikah anda menyeberangi sungai ini?
  • Sudahkah kamu melihat hasilnya?

7. Kalimat Interogatif Terbuka

Kalimat interogatif terbuka merupakan kalimat pertanyaan yang memungkinkan jawaban berbeda dan lebih dari satu.

Contoh Kalimat Interogatif Terbuka

  • Mengapa orang – orang berkumpul di sini?
  • Dimana anda menaruh buku-bukunya?
  • Berapa lama kamu harus menyelesaikan proyek ini?
  • Bagaimana para penjahat itu dapat memasuki tempat seketat itu?
  • Apa kesimpulan dari novel ini?
  • Kemana kucingmu?
  • Kapan gerhana bulan akan terjadi lagi?

8. Kalimat Interogatif dengan Kata Tanya “Apa”

Kalimat interogatif dengan kata tanya apa digunakan untuk menanyakan keterangan Nama benda, maksud atau tujuan, profesi.

Contoh Kalimat Interogatif dengan Kata Tanya “Apa”

  • Apa + yang + kata pelaku :
    1. Apa yang kamu lakukan di tempat sepi ini?
    2. Apa yang Timnas Indonesia upayakan agar menang melawan Thailand?
    3. Apa yang mereka gunakan untuk menciptakan bioteknologi vaksin?
    4. Apa yang mereka temukan dari hasil analisa air tersebut ?
  • Apa + kata benda :
    1. Apa kabarmu Putut Dwi Putranto?
    2. Apa pekerjaan pertamamu hingga kini menjadi miliyader?
    3. Apa hobi yang bisa mendatangkan penghasilan?

9. Kalimat Interogatif dengan Kata Tanya “Mengapa atau Kenapa”

Kalimat interogatif dengan kata tanya mengapa atau kenapa digunakan untuk menanyakan keterangan penyebab, latar belakang, alasan.

Contoh Kalimat Interogatif dengan Kata Tanya “mengapa atau kenapa”

  • Kenapa + kata ganti :
    1. Kenapa ia sering mendatangimu ketika liburan berlangsung?
    2. Kenapa kita tidak boleh berputus asa terhadap kegagalan yang kita terima?
    3. Kenapa kamu selalu menganggap semua yang aku lakukan sia – sia?
  • Kenapa + kata pelaku :
    1. Kenapa gurumu menganggap kepercayaan kita sesat?
    2. Kenapa Ratna dan Galih menjalin cinta padahal keduanya ditentang orang tua?
    3. Kenapa istrinya memakai cadar di sebagian muka mereka?
  • Kenapa + kata benda :
    1. Kenapa meja itu dipenuhi dengan coretan – coretan tinta?
    2. Kenapa istana merdeka tertutup untuk masyarakat umum?
    3. Kenapa ISIS dianggap sebagai kelompok radikal

10. Kalimat Interogatif dengan Kata Tanya “Kemana atau Dimana”

Kalimat interogatif dengan kata tanya kemana atau dimana digunakan untuk menanyakan keterangan tempat, arah, alamat, tujuan.

Contoh Kalimat Interogatif dengan Kata Tanya “Kemana atau Dimana”

  • Kemana + pelaku :
    1. Kemana pencuri lari setelah salah seorang warga memergokinya di rumahmu?
    2. Kemana kakak ipar setelah berkunjung ke rumah ibu?
    3. Kemana Fathur berbelok saat tiba di simpang lima Purwodadi?
  • Dimana + kata benda :
    1. Dimana pensil kesayanganku yang aku rapikan di meja kemarin?
    2. Dimana handphone yang aku pakai untuk menghubungimu tadi?
    3. Dimana sambungan kabel listrik yang menghubungkan stop kontak ini?
  • Dimana + pelaku :
    1. Dimana Ibu menaruh sendok plastik untuk bekal sekolah adik?
    2. Dimana Pak Rudi bekerja hingga pulang selarut ini?
    3. Dimana Andre membeli cincin yang kamu pakai itu?
  • Dimana + kata ganti :
    1. Dimana kamu menjual laptopmu tahun lalu?
    2. Dimana dia dan kamu bertemu untuk pertama kalinya?
    3. Dimana mereka menyembunyikan barang curiannya?
  • Kemana + kata ganti :
    1. Kemana kita berkunjung ketika study tour bulan depan?
    2. Kemana kamu mendapatkan hadiah voucer belanja gratis supermall?
    3. Kemana kami berkemah ketika musim kemarau tiba?

11. Kalimat Interogatif dengan Kata Tanya “Siapa”

Kalimat interogatif dengan kata tanya mengapa atau kenapa digunakan untuk menanyakan nama orang.

Contoh Kalimat Interogatif dengan Kata Tanya “Siapa”

  • Siapa + yang :
    1. Siapa yang membersihkan sungai ini?
    2. Siapa yang sanggup mengatasi anakmu yang nakal itu?
    3. Siapa yang memotivasimu untuk tetap optimis terhadap kehidupan ini?
  • Siapa + yang + kata kerja :
    1. Siapa yang bermain play station?
    2. Siapa yang menjemput anda?
    3. Siapa yang menangkap bola?
  • Siapa + kata benda :
    1. Siapa ketua kelas 6 SD Negeri Jatipohon?
    2. Siapa presiden pertama yang menjabat di Negara Indonesia?
    3. Siapa nama asli dari Ki Hadjar Dewantara?
  • Siapa + kata ganti :
    1. Siapa dia hingga berani mengatur – atur keputusanmu?
    2. Siapa kamu yang menelponku selarut ini?
    3. Siapa mereka yang berjalan kaki melewati jembatan layang?

12.Kalimat Interogatif dengan Kata Tanya “Bagaimana”

Kalimat interogatif dengan kata tanya bagaimana digunakan untuk menanyakan keterangan proses, cara, prosedur, keadaan, alur cerita, rangkaian kejadian.

Contoh Kalimat Interogatif dengan Kata Tanya “Bagaimana”

  • Bagaimana + kata kerja :
    1. Bagaimana cara mengaduk bahan puding?
    2. Bagaimana membuat roti bakar dengan alat pemanggang otomatis?
    3. Bagaimana menciptakan suasana aman di sekitar perumahan kita?
    4. Bagaimana merawat pohon mangga yang ditanam di lahan sempit?
    5. Bagaimana menyalakan komputer model terbaru?
    6. Bagaimana menghadapi kegagalan dalam meraih cita – cita?
  • Bagaimana + kata benda :
    1. Bagaimana kabar anda dan keluarga?
    2. Bagaimana sifat ketiga adik tirimu?
    3. Bagaimana pertumbuhan tanaman buah naga di kebun ayah?
    4. Bagaimana kemampuan menulis artikelmu?
  • Bagaimana + kata keterangan :
    1. Bagaimana keadaan tempat yang akan kita sewa untuk resepsi pernikahan?
    2. Bagaimana cara memanajemen waktu agar dapat bekerja secara optimal?
    3. Bagaimana ceritanya hingga kamu tertabrak andong itu?

13.Kalimat Interogatif dengan Kata Tanya “Berapa”

Kalimat interogatif dengan kata tanya berapa digunakan untuk menanyakan keterangan jumlah, frekuensi atau tingkat keseringan.

Contoh Kalimat Interogatif dengan Kata Tanya “Berapa”

  • Berapa + kata benda :
    1. Berapa lama aku harus menunggu kedatanganmu?
    2. Berapa waktu yang diperlukan untuk menempuh perjalanan udara dari Indonesia menuju Jepang?
    3. Berapa harga satu gram emas di Papua Barat?

14. Kalimat Interogatif dengan Kata Tanya “Kapan”

Kalimat interogatif dengan kata tanya kapan digunakan untuk menanyakan keterangan waktu (detik, menit, jam, bulan, tahun, hari, era, windu, abad)

Contoh Kalimat Interogatif dengan Kata Tanya “Kapan”

  • Kapan + Kata ganti :
    1. Kapan dia pergi dari rumahmu?
    2. Kapan kamu pulang ke kampung halamanmu?
    3. Kapan mereka sampai di rumah nenek?
  • Kapan + Kata pelaku :
    1. Kapan Cahyo sampai di lapangan sepak bola?
    2. Kapan Tim Nasional Indonesia meraih peringkat pertama dalam pertandingan?
    3. Kapan pak guru memberikan PR untuk kita?
  • Kapan + Kata benda :
    1. Kapan rumah ini roboh terkena gempa bumi?
    2. Kapan rakyat Aceh mampu bangkit pasca tsunami?
    3. Kapan sawahnya terjual?

15. Kalimat Interogatif dengan Tambahan Sufiks –kah

kalimat interogatif dengan menggunakan kata berimbuhan –kah. cara membuat kalimat ini seperti yang telah dijelaskan sebelumnya dengan susunan kalimat yang terdiri dari kata keterangan kemudian ditambah imbuhan akhir –kah. Kalimat interogatif ini hanya memerlukan dua pilihan jawaban antara iya dan tidak, walaupun diekspresikan dengan kata lain seperti boleh, sudah, sanggup, belum, bisa, harus, mampu, salah, benar, dll, namun pada intinya jawabannya bermakna mengiyakan atau mengingkari.

Contoh Kalimat Interogatif dengan Tambahan Sufiks –kah.

  1. Bolehkah kami berkunjung ke Ancol setelah mengunjungi Trans Studio Bandung?
  2. Sanggupkah kakak mengurus anak kembar dalam satu waktu?
  3. Apakah kita diperbolehkan masuk ke dalam laboratorium?
  4. Dapatkah kamu menyelesaikan seluruh proyek besar itu?
  5. Bisakah kamu menemui pimpinan setelah rapat usai?
  6. Haruskah mengganggu umat lain beribadah?
  7. Mampukah aku melewati hari – hari tanpa kehadiran ibu?
  8. Benarkah Susi yang memenangkan olimiade sains nasional?
  9. Salahkah aku menemani perjalananmu ke Pulau Bali?
  10. Sulitkah mendapatkan beasiswa di luar negeri itu?
  11. Mudahkah mengatasi Dosen Bahasamu itu?
  12. Inginkah kamu menjadi sarjana teknik?
  13. Ragukah kamu dengan keputusanmu ini?
  14. Maniskah teh yang kubuat untukmu?
  15. Asinkah sayur yang ibu beli di warung seberang?

Itulah penjelasan dan contoh kalimat Interogatif dalam bahasa indonesia. Kalimat interogatif boleh menggunakan kata tanya atau tidak, sesuai dengan kondisi dan situasi saat mengajukan pertanyaan. Semoga tulisan ini mudah dipahami dan bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

| |
Back to top button