Pendidikan

15 Contoh Imbuhan Serapan -Man, -Wan, -Wati dalam Kalimat

Imbuhan serapan -man, -wan, -wati merupakan tiga jenis imbuhan serapan yang ada dalam bahasa Indonesia. Ketiga imbuhan tersebut diserap atau berasal dari bahasa Sansekerta. Makna imbuhan serapan -man, -wan, -wati sendiri antara lain bermakna ‘orang yang bersifat’, ‘orang yang ahli’, dan ‘orang yang mempunyai profesi tertentu’. Untuk lebih memahami lagi seperti apa ketiga imbuhan ini, berikut ditampilkan beberapa contoh ketiganya dalam format kalimat sebagaimana berikut ini!

  1. Pak Teddy kini sudah sukses sebagai wirausahawan. 
    • Wirausahawan: kata dasar wirausaha + imbuhan serapan -wan, makna: orang yang berwirausaha.
  2. Dia merupakan seorang seniman grafis yang sangat andal dibidangnya.
    • Seniman: kata dasar seni + imbuhan serapan -man, makna: orang yang ahli di bidang seni.
  3. Sejumlah peragawati tampil elok di pagelaran busana tersebut.
    • Peragawati: peraga + wati, imbuhan serapan: -wati, makna: perempuan yang memeragakan suatu model busana.
  4. Pak Damar dikenal sebagai sosok yang sangat dermawan. 
    • Dermawan: derma+wan, imbuhan serapan: -wan, makna: orang yang suka berderma atau bersedekah.
  5. Pak Sahid merupakan seorang cendekiawan hebat di bidang ekonomi.
    • Cendekiawan: cendekia + wan, imbuhan serapan: -wan, makna: orang yang cerdas; intelektual.
  6. Sarina kini bekerja sebagai wartawati di sebuah media daring.
    • Wartawati: warta + wati, imbuhan serapan : -wati, makna: orang (wanita) yang bekerja di dunia media dan berita.
  7. Sebagai insan yang budiman, kita harus bisa menyayangi antar sesama manusia.
    • Budiman: budi + man, imbuhan serapan: -man, makna: orang yang berbudi.
  8. Shanti kini bekerja sebagai karyawati di sebuah perusahaan multinasional.
    • Karyawati: karya + wati, imbuhan serapan: -wati, makna: pekerja wanita.
  9. George Orwell merupakan salah satu sastrawan Inggris yang terkemuka.
    • Sastrawan: sastra + wan, imbuhan serapan: -wan, makna: orang yang bergelut di bidang sastra.
  10. Para wisatawan begitu menikmati keindahan alam di tempat wisata ini.
    • Wisatawan: wisata + wan, imbuhan serapan: -wan, makna: orang yang melakukan kegiatan wisata.
  11. Tejo merupakan seorang wartawan yang bekerja di sebuah media cetak terkemuka di Jakarta.
    • Wartawan: warta + wan, imbuhan serapan: -wan, makna: orang yang mewarta atau orang (pria) yang bekerja dibidang media dan pemberitaan.
  12. Para pirsawan sekalian, marilah kita sambut penampilan dari Karina Salim.
    • Pirsawan: pirsa + wan, imbuhan serapan: -wan, makna: orang yang menonton; pemirsa.
  13. Selain sebagai seorang arsitek, Y.B. Mangunwijaya juga dikenal sebagai seorang budayawan.
    • Budayawan: budaya + wan, imbuhan serapan: -wan, makna: orang berkecimpung di bidang kebudayaan; ahli budaya.
  14. Seorang pejabat tak hanya harus menjadi seorang politisi, melainkan juga harus menjadi seorang negarawan yang baik.
    • Negarawan: negara + wan, imbuhan serapan: -wan, makna: orang yang hali dalam ketatanegaraan; politisi yang mampu menyusun kebijakan negara secara bijaksana dan berwibawa
  15. Acara diskusi itu dihadiri oleh sejumlah ilmuwan.
    • Ilmuwan: ilmu + wan, imbuhan serapan: -wan, makna: orang yang berkecimpung di bidang ilmu pengetahuan.

Demikianlah beberapa contoh imbuhan serapan -man, -wan, -wati dalam kalimat. Untuk melihat beberapa contoh imbuhan lainnya, pembaca bisa membuka artikel contoh imbuhan ter- yang menyatakan superlatif; contoh kata berakhiran -ir dalam kalimat; contoh kalimat lah, kah, tah, pun; contoh kata berimbuhan awalan dan akhiran; contoh kata berimbuhan dalam kalimat; contoh kata berimbuhan pe-an yang bermakna pelaku perbuatan. Semoga bermanfaat dan mampu menambah wawasan bagi para pembaca sekalian, baik itu mengenai imbuhan maupun bahasa Indonesia. Sekian dan terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

| |
Back to top button