Pendidikan

4 Jenis-Jenis Paragraf Berdasarkan Fungsinya

Jenis-Jenis Paragraf Berdasarkan Fungsinya – Paragraf berasal bahasa Yunani,  paragraphs yang artinya “menulis di samping” atau “ditulis di samping.” Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, paragraf diartikan sebagai bagian bab dalam suatu karangan yang biasanya mengandung suatu ide pokok dan penulisannya selalu dimulai dengan garis baru. Nama lain dari paragraf adalah alinea.

Menurut Wiyanto (2006:13), paragraf merupakan sekelompok kalimat yang saling berhubungan dan bersama-sama menjelaskan sebuah pokok pikiran yang hendak dikemukakan dalam keseluruhan tulisan. sebuah paragraf bisanya memiliki ide, gagasan, atau pikiran yang dibantu oleh kalimat-kalimat penunjang. Suatu alinea bisa diawali garis baru ataupun tidak diawali garis baru. Paragraf sendiri mempunyai sejumlah jenis, baik itu berdasarkan fungsinya, isinya, maupun pola pengembangannya. Artikel kali ini akan memaparkan secara khusus jenis-jenis paragraf berdasarkan fungsinya.

Baca: contoh paragraf induktif tentang kesehatan – contoh paragraf induktif tentang sampah – contoh paragraf induktif tentang sekolah – paragraf campuran – paragraf induktif – paragraf deduktif

Untuk lebih jelasnya, di bawah ini akan dipaparkan jenis-jenis paragraf berdasarkan fungsinya.

1. Paragraf Pembuka

Jenis alinea ini terletak di awal sebuah tulisan, entah itu dalam subbab atau bab buku, maupun di awal sebuah karangan. Paragraf ini berfungsi untuk mengungkapkan sebuah aspek pokok pembicaraan dalam suatu tulisan. Selain itu, paragraf pembuka juga mempunyai fungsi lainnya, yaitu:

  • Menghantarkan pokok pembicaraan tulisan.
  • Untuk menarik perhatian dan minat pembaca yang hendak membaca tulisan yang disajikan.
  • Memberikan gambaran secara keseluruhan isi dari tulisan yang hendak disajikan oleh penulis.

Dalam penyajiannya, salah satu jenis paragraf ini haruslah disajikan secara menarik. Agar hal tersebut terjadi, sebuah alinea pembuka bisa menggunakan unsur-unsur di bawah ini, yaitu:

  • Kutipan, peribahasa, dan anekdot.
  • Uraian mengenai pentingnya pokok pembicaraan.
  • Pendapat atau pernyataan si penulis.
  • Pengalaman pribadi penulis yang berkaitan dengan pokok pembahasan dalam tulisan.
  • Maksud dan tujuan penulis menyusun tulisan tersebut.
  • Pertanyaan penulis kepada pembaca. Biasanya, pertanyaan ini berbentuk kalimat interogatif atau kalimat tanya retorika.

2. Paragraf Pengembang

Merupakan alinea yang berfungsi untuk mengembangkan topik pembicaraan dalam suatu tulisan. Jenis paragraf ini bisa berisi contoh-contoh, inti permasalahan, ataupun uraian pembahasan. iasanya terletak di tengah-tengah tulisan dan terkadang bisa ditulis secara panjang. Fungsi lain yang mesti dipenuhi alinea ini adalah:

  • Menjelaskan hal yang akan diuraikan di paragraf berikutnya.
  • Meringkas pembahasan di paragraf sebelumnya.
  • Mempersiapkan dasar atau landasan untuk kesimpulan sebuah tulisan.

3. Paragraf Peralihan

Paragraf yang menjadi jembatan bagi dua paragraf utama, baik itu paragraf pembuka dengan pengembang maupun antara pengembang dan penutup. Alinea ini biasanya ditulis secara singkat. Tidak seperti alinea lain yang bisa ditulis secara panjang. Fungsi utama paragraf peralihan adalah untuk memudahkan pembaca  beralih dari satu gagasan paragraf pertama menuju ke gagasan paragraf selanjutnya.

4. Paragraf Penutup

Alinea ini terletak di akhir tulisan, baik tulisan di sebuah subbab, bab, maupun penghujung sebuah karangan. Paragraf berfungsi sebagai simpulan sebuah tulisan sekaligus penutup dari tulisan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat membuat alinea penutup, yaitu:

  • Paragraf tidak boleh ditulis terlalu panjang.
  • Paragraf harus berisi kesimpulan sementara atau kesimpulan akhir sebuah tulisan.
  • Harus bisa menimbulkan kesan tersendiri bagi para pembaca.

Baca: paragraf deduktif induktif campuran – paragraf klasifikasi – paragraf argumentasi – paragraf deskripsi – paragraf narasi – contoh paragraf narasi singkat tentang liburan – contoh kalimat dan paragraf persuasi – contoh karangan persuasi tentang pendidikan – contoh karangan argumentasi tentang lingkungan

Bisa disimpulkan, bahwa jenis-jenis paragraf beserta fungsinya terdiri atas empat jenis, yaitu paragraf pembuka, pengembang, peralihan, dan penutup. Demikianlah pembahasan artikel kali ini. Semoga bisa memberi mandaat serta menambah waasan pembaca sekalian dalam ranah bahasa Indonesia. Terima kasih.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

| |
Back to top button