Pendidikan

50 Jenis Jenis Kalimat Tanya dan Contohnya dalam Bahasa Indonesia

Jenis Jenis Kalimat Tanya dan Contohnya dalam Bahasa Indonesia – Salah satu dari jenis-jenis kalimat yang ada dalam bahasa Indonesia adalah kalimat tanya. Kalimat tanya adalah salah satu kalimat yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari. Pada artikel sebelumnya telah dijelaskan mengenai beberapa jenis kalimat seperti kalimat majemuk, nah pada kesempatna kali ini akan dipaparkan mengenai kalimat tanya. Mulai dari pengertian, ciri-ciri, jenis-jenis, hingga contoh kalimat tanya. Selamat menyimak!

Pengertian Kalimat Tanya

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, “tanya” mempunyai arti permintaan keterangan dapat berupa penjelasan atau sebagainya). Kalimat tanya adalah susunan kata-kata yang mempunyai gagasan untuk meminta jawaban atau tanggapan dari orang yang ditanyai. Orang yang ditanyai dalam hal ini dapat diri sendiri atau orang lain. Jenis kalimat ini ditujukan untuk menggali informasi tentang suatu hal yang ingin diketahui. Informasi berupa jawaban ini dapat berupa penjelasan singkat ataupun panjang. Jika kalimat ini dituangkan dalam bentuk tulisan, maka kalimat tanya diakhiri dengan tanda tanya (?).

Ciri Ciri Kalimat Tanya

Kalimat tanya berbeda dengan jenis kalimat lainnya. Terdapat beberapa ciri yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi bahwa kalimat tersebut merupakan kalimat tanya. Ciri-ciri tersebut antara lain:

  • Selalu diakhiri dengan tanda tanya (?)
  • Kalimat tanya biasanya diawali dengan kata tanya yang meliputi apa, siapa, dimana, mengapa, bagaimana,dan kapan.
  • Kata tanya pada kalimat tanya juga sering disertai dengan imbuhan –kah dan partikel kan, misalnya siapakah, apakah, bukankah, iya kan.
  • Kalimat tanya memuat dua macam intonasi, yaitu intonasi naik dan intonasi turun. Intonasi naik biasanya digunakan untuk memperoleh jawaban ya atau tidak. Berbeda dengan intonasi turun digunakan untuk membutuhkan jawaban yang jelas.

Jenis Jenis Kalimat Tanya

Selama ini kita mengenal kalimat tanya hanya dengan mengidentifikasi apakah ada kata tanya dan tanda tanya. Pernahkah kita mengidentifikasi kalimat tanya berdasarkan jenis-jenisnya? Nah pada kesempatan kali ini akan dipaparkan mengenai jenis-jenis kalimat tanya.

1. Kalimat Tanya Biasa

Jenis kalimat tanya yang pertama adalah kalimat tanya biasa. Kalimat tanya biasa adalah jenis kalimat yang paling sering digunakan dalam percakapan sehari-hari. Jenis kalimat ini digunakan untuk menggali informasi dari seseorang tentang objek tertentu. Kata tanya yang digunakan dalam kalimat tanya biasa adalah 5W1H yaitu What(Apa), Where(Dimana), When(Kapan), Who(Siapa), Why(Mengapa), How(Bagaimana). Contoh:

  • Apa yang terjadi sampai ada keributan seperti ini?
  • Dimana kau saat keributan ini terjadi?
  • Kapan kau tahu ada keributan di tempat ini?
  • Siapa yang memulai keributan ini?
  • Mengapa keributan ini terjadi?
  • Bagaimana kau meredakan keributan di tempat ini?

2. Kalimat Tanya Konfirmasi

Kalimat tanya konfirmasi sering juga disebut sebagai kalimat tanya klarifikasi. Jenis kalimat tanya ini tidak memerlukan jawaban yang panjang. Kalimat ini hanya bertujuan untuk mengklarifikasi atau mengecek kebenaran tentang suatu hal. Biasanya kalimat tanya jenis ini hanya membutuhkan jawaban ya atau tidak. Ada ciri khusus dalam kalimat tanya konfirmasi yaitu digunakannya partikel kan atau imbuhan –kah pada kata tanya yang digunakan.

Contoh:

  • Apakah kau yang menumpahkan cat itu?
  • Bukankah kau yang meminta semua makanan ini?
  • Apakah Andi sudah pulang dari rumah sakit?
  • Kamu akan berangkat sekolah, kan?
  • Ibu dan ayah sampai dengan selamat, iya kan?
  • Kapankah ayah akan pulang?

3. Kalimat Tanya Retoris

Kalimat tanya identik dengan jawaban yang dibutuhkan. Akan tetapi berbeda dengan jenis kalimat tanya yang satu ini. Kalimat tanya retoris adalah kalimat tanya yang membutuhkan respon berupa sikap orang yang ditanyai. Biasanya kalimat tanya jenis ini digunakan untuk memberi semangat, memberi motivasi, menggugah hati, bahkan untuk menyindir orang lain. Contoh:

  • Bukankah kita harus membela yang tertindas?
  • Apakah kita harus diam melihat kesewenangan penguasa?
  • Bukankah sombong justru akan mencelakakanmu?
  • Apakah hatimu sudah mengeras?
  • Tidakkah kamu tersentuh mendengar tangisannya?
  • Siapa yang melatihku berkata kasar?

4. Kalimat Tanya Tersamar

Sesuai dengan namanya yaitu kalimat tanya tersamar, jenis kalimat tanya ini disampaikan tidak secara langsung. Kalimat tanya tersamar disampaikan secara tersirat dengan tujuan orang yang dimaksud memberikan respons seperti yang diharapkan. Jenis kalimat tanya ini biasanya memuat maksud tertentu seperti merayu, menolak, memohon, mengajak, dsb. Contoh:

  • Tujuan memohon, Sudikah Ibu menolongku sekali lagi?
  • Tujuan meminta, Bisakah saya pulang lagi ke rumah?
  • Tujuan mengajak, Dapatkah kau menemaniku menghadap kepala sekolah?
  • Tujuan menyanggah, Bukannya Anda yang meminta saya mundur?
  • Tujuan meyakinkan, Apakah saya terlihat berbohong?
  • Tujuan merayu, Kapan kau bisa menerima lamaranku?
  • Tujuan menyindir, Apa kamu tidak bisa melihat tanda larangan itu?
  • Tujuan menyetujui, Apa ada alasan untuk menolakmu?

Contoh Kalimat Tanya

Penjelasan tentang pengertian, ciri-ciri, dan jenis-jenis kalimat tanya telah dipaparkan. Untuk lebih menambah pemahaman tentang kalimat tanya, berikut disajikan contoh kalimat tanya:

  1. Apa penyebab ketidakpercayaan rakyat terhadap pemerintah?
  2. Apa yang kau rasakan saat ibumu pergi?
  3. Apa kita bisa melewati semua ujian ini?
  4. Apa ayah akan memaafkan kita?
  5. Apa semua yang kau usahakan membuahkan hasil?
  6. Kapan Reni pulang dari rumah sakit?
  7. Kapan pemerintah bisa mengentaskan kemiskinan di negeri ini?
  8. Kapan pemadam kebakaran tiba di tempat ini?
  9. Kapan kebakaran ini terjadi?
  10. Kapan Anto akan pulang ke rumah?
  11. Siapa yang mengetik naskah proklamasi?
  12. Siapa yang menangani kasus pengeroyokan tadi malam?
  13. Siapa dalang dari semua keributan di desa ini?
  14. Siapa yang menjadi korban kebakaran semalam?
  15. Siapa oknum polisi yang mengedarkan narkoba ke para tahanan?
  16. Mengapa terjadi siang dan malam?
  17. Mengapa rakyat terus menyalahkan kinerja pemerintah?
  18. Mengapa banjir selalu terjadi di negeri ini?
  19. Mengapa kau memukuli anakmu sendiri?
  20. Mengapa Ayu tidak mau bertemu orang tuanya?
  21. Apakah semua orang akan mematuhi peraturan ini?
  22. Apakah bantuan ini tidak terlalu sedikit untuk mereka?
  23. Apakah pedagang PKL harus selalu bersiteru dengan Satpol PP?
  24. Apakah ayah dan ibu tidak menginginkanku kembali?
  25. Apakah tidak ada orang selain Tiwi yang bersedia membantuku?
  26. Bagaimana proses terjadinya hujan?
  27. Bagaimana cara kita membantu umat muslim Rohingya?
  28. Bagaimana pemerintah mengatasi kemiskinan yang kian meluas?
  29. Bagaimana kau bisa membiarkannya menangis?
  30. Bagaimana cara menurunkan tekanan darah tinggi?
  31. Maukah kau menerimaku apa adanya?
  32. Sudikah kau memaafkan segala salahku?
  33. Bukankah Dini yang mengerjakan semua pekerjaan ini?
  34. Bukankah aku sudah memperingatkanmu berulang kali?
  35. Tidakkah kau jera dengan semua kenakalanmu?
  36. Bukankah ayah sudah tak menerimaku lagi di rumah ini?
  37. Ayah sudah mengusirku dari rumah ini, kan?
  38. Haruskah aku bersujud dan bersumpah agar aku dimaafkan?
  39. Adakah yang peduli lagi terhadap masa depan panti ini?
  40. Wanita mana yang tak mau kepada lelaki soleh itu?
  41. Masih adakah yang berani mengejeknya setelah ia kaya raya?
  42. Maukah penguasa turun langsung melihat korban banjir ini?
  43. Apa semua orang di rumah ini tidak mau berbagi hartanya?
  44. Tidak keberatan kan jika aku menumpang semalam di rumahmu?
  45. Bagaimana cara kerja robot pemadam api itu?
  46. Kenapa tidak ada yang bertanya tentang keadaanku?
  47. Kenapa Bapak menolak saya wawancarai?
  48. Benarkah Anda yang telah menghasut semua mahasiswa untuk melawan rektor?
  49. Bukankah Pak Aji sudah banyak berjasa untuk Anda?
  50. Bagaimana langkah pemerintah menenangkan gelombang massa yang semakin membludak?

Demikian artikel tentang jenis-jenis kalimat tanya dan contohnya dalam Bahasa Indonesia. Semoga melalui pemaparan dalam artikel ini dapat menambah wawasan dan pemahaman pembaca sekalian. Terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

| |
Back to top button