Pendidikan

7 Makna Imbuhan Pe-(n) dalam Bahasa Indonesia

Makna Imbuhan Pe-(n) dalam Bahasa Indonesia – Menurut Kamus Bahasa Indonesia (KBBI), imbuhan adalah bubuhan pada kata dasar (baik berbentuk awalan, sisipan, dan akhiran) yang berguna untuk kata yang baru. Nama lain dari imbuhan adalah afiks. Banyak macam-macam imbuhan dalam Bahasa Indonesia dan masing-masing mempunyai makna tersendiri. Salah satu imbuhan tersebut adalah imbuhan pe-(n).

Makna Imbuhan Pe-(n)

Imbuhan Pe-(n) adalah salah satu imbuhan atau afiks yang termasuk kategori imbuhan awalan. Imbuhan yang memiliki nama lain perfiks ini merupakan kategori imbuhan yang dibubuhkan di depan atau di awal sebuah kata dasar. Makna yang terdapat pada imbuhan pe-(n) bisa berubah tergantung kata dasar yang membelakanginya. Selain itu, imbuhan ini juga bisa berubah menjadi per-, peny, pel-, dan pem- tergantung kata dasar apa yang hendak dibubuhi.

Berdasarkan kata dasarnya, makna imbuhan pe-(n) terbagi atas:

1. Menyatakan Sifat

Makna ini terjadi jika imbuhan pe-(n) dibubuhkan pada kata dasar sifat (adjektiva) yang menyatakan sifat. Imbuhan ini akan berubah menjadi pem- atau peny-. Khusus untuk kata kerja berawalan m (misal: marah, malu, dan lain-lain), imbuhan pe(n) tetap berbentuk pe-.

Contoh :

  • Guru TK itu bukan hanya seorang yang menyukai anak-anak, tetapi juga seorang yang penyabar.
  • Tidak ada yang tahan berteman dengan seorang yang pemarah.
  • Si pemalas ini tiap hari selalu datang terlambat.
  • Dilihat dari wajahnya, sepertinya dia seorang yang pemurung.
  • Sungguh, kau adalah orang yang pemaaf.
  • Trauma di masa lalu membuatnya menjadi seorang pendendam.
  • Hasutannya membuat mereka menjadi seorang pembenci.
  • Aduh, kini Ayah sudah menjadi seorang pelupa.
  • Aku berdoa kepada Tuhan Yang Maha Pemurah.
  • Adly memiliki banyak hewan peliharaan di rumahnya, karena ia seorang pecinta binatang.

2. Pembentuk Kata Kerja

Makna ini terjadi jika imbuhan pe-(n) dibubuhkan pada kata dasar kerja (verba). Imbuhan pe-(n) akan berubah menjadi per-an.

Contoh :

  • Kau harus mempertanggungjawabkan perbuatan keji yang telah kaulakukan.
  • Perjodohan diantara keduanya dibatalkan.
  • Selama bekerja, dia sering menerima perlakuan kasar.
  • Perlombaan catur hari ini diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah.
  • Surat permohonan cuti itu sudah saya ajukan ke kepala HRD.
  • Sebelum meninggal, korban sempat mengucapkan permintaan terakhirnya.
  • Pertemuan akan dilaksanakan di aula hotel nanti siang.
  • Lokasi perjudian itu digerebek polisi.
  • Persengketaan kedua belah pihak belum juga menemukan kesepakatan.
  • Perkelahian yang terjadi saat jam istirahat sekolah itu melibatkan beberapa pelajar dari 2 sekolah yang berbeda.

3. Menyatakan Satuan Hitungan

Makna ini terjadi jika imbuhan pe-(n) dibubuhkan pada kata dasar bilangan (numeralia). Imbuhan pe-(n) akan berubah menjadi per-.

Contoh :

  • Harga mangga harum manis ini 20 ribu rupiah perkilogram.
  • Penghasilannya bisa sampai 10 juta rupiah perbulan.
  • Perhari, dia mampu menjual 100 potong daging ayam.
  • Gelas itu dijual Rp. 50.000 perlusin.
  • Kecepatan lari manusia maksimum 45 kilometer perjam.
  • Harga sewa hotel itu mulai 300 ribu rupiah permalam.
  • Pendaftaran turnamen futsal itu sebesar 100 ribu rupiah pertim.
  • Jika dirata-rata, Timnas berhasil menyarangkan 6 gol perpertandingan.
  • Upah seorang layouter buku sebesar 3.500 rupiah perhalaman.
  • Gaji Ronaldo perpekan mencapai 32 juta Euro.

4. Pelaku Perbuatan

Makna ini terjadi jika imbuhan pe-(n) dibubuhkan pada kata dasar benda (nomina) yang menyatakan tindakan seseorang. Imbuhan ini tetap berbentuk pem- atau pen-.

Contoh :

  • Penjaga toko itu sangat ramah dan cekatan dalam melayani pelanggan.
  • Seorang pembunuh itu biasanya merupakan orang terdekat dari korban.
  • Pembeli yang datang ke kios hari ini cukup ramai.
  • Penjambret itu berhasil ditangkap polisi.
  • Pencopet itu dulunya seorang mahasiswa.
  • Sudah sejak lama para pencuri mengincar rumah mewah di kawasan pluit itu.
  • Tim pencari masih belum menemukan para pendaki gunung yang tersasar.
  • Pencari barang bekas yang sering berkeliling di jalanan itu kini telah tiada.
  • Pak Wahyu merupakan salah satu dosen pembimbing skripsi saya.
  • Pemberi kunci jawaban soal UN akan dikenai hukuman penjara.

5. Menyatakan Profesi

Makna ini terjadi jika imbuhan pe-(n) dibubuhkan pada kata dasar benda (nomina) yang menyatakan nama profesi seseorang. Imbuhan pe- pada makna profesi tetap berbentuk pe-.

Contoh :

  • Karina Salim merupakan seorang penari balerina.
  • Ayahnya seorang pedagang yang cukup tersohor di kampungnya.
  • Wahyu bercita-cita ingin menjadi seorang penyiar radio di salah satu stasiun swasta itu.
  • Hamid seorang pebisnis ulung dalam bidang properti.
  • Transfer tersebut membuat Neymar menjadi pesepakbola termahal musim ini.
  • Hasil karya pelukis itu akhirnya dilelang hari ini.
  • Suara penyanyi itu sungguh merdu.
  • Sejak kecil, bakat Fauzi sebagai pemusik sudah terlihat.
  • Ibunya seorang pemasak yang sangat terkenal namanya di kota Semarang.
  • Saat mudanya, Kakekku seorang pelaut.

6. Bermakna Penyebab

Makna ini terjadi jika imbuhan pe-(n) dibubuhkan pada kata dasar sifat (adjektiva) yang menyatakan sebab suatu perbuatan. Sama seperti makna profesi, imbuhan pada makna sebab tetap berbentuk pe-.

Contoh :

  • Makanan itu disita petugas karena terbukti menggunakan pewarna pakaian.
  • Supaya harum, bajumu kuberi pewangi.
  • Karena lebih sehat, kami menggunakan pemanis alami pada jus yang kami buat.
  • Pakaian tersebut diberi pelicin agar mudah saat disetrika.
  • Makanan ini merupakan makanan sehat karena kami menggunakan pengawet alami.
  • Rasa masakannya begitu gurih karena menggunakan penyedap rasa.
  • Agar pakaian harum dan lembut, maka gunakanlah pelembut setelah pakaian dicuci.
  • Orasi itu disampaikan lewat pengeras suara sehingga terdengar ke setiap penjuru.
  • Lisa memakai pelembab untuk melindungi kulit wajahnya.
  • Di desa-desa pun rumah penduduk telah banyak menggunakan pendingin ruangan saat musim panas.

7. Bermakna alat

Makna ini terjadi jika imbuhan pe-(n) dibubuhkan pada kata dasar benda (nomina) yang menyatakan nama benda atau alat. Imbuhan pe-(n) pada makna ini akan berubah menjadi peng- atau pem-.

Contoh :

  • Penghapus punyaku hilang entah kemana.
  • Zaman dahulu, Pak Guru seringkali memukuli murid yang nakal menggunakan penggaris.
  • Supaya tidak lupa, halaman buku itu kuberi pembatas buku.
  • Pembuka botol miliknya sudah rusak.
  • Alat pengukur berat badan itu dijual murah.
  • Penggores merupakan alat pemesinan yang berfungsi untuk menggores permukaan besi.
  • Penggiling padi milik Pak adi sedang diperbaiki.
  • Microsoft Word merupakan perangkat lunak yang berfungsi sebagai pengolah
    kata.
  • Pembungkus ponsel itu cocok untuk melindungi ponselmu saat terjatuh.
  • Pengait tasku rusak.

Demikian penjelasan mengenai makna imbuhan pe-(n) dalam Bahasa Indonesia. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

| |
Back to top button