Pendidikan

97 Contoh Kalimat Inti dan Kalimat Luas dalam bahasa Indonesia

Kalimat dalam bahasa Indonesia adalah suatu rangkaian kata yang dapat berdiri sendiri dan dapat menyatakan makna yang lengkap. Dalam bahasa Indonesia sendiri terdapat berbagai jenis jenis kalimat. Diantaranya adalah contoh kalimat inti dan kalimat luas yang akan kita bahas kali ini.

Table of Contents

Kalimat Inti

Kalimat inti adalah kalimat sederhana yang dalam pembentukannya hanya ada unsur subjek dan predikat saja, yang menjadi struktur utama dalam pembentukan kalimatnya. Kalimat inti atau kalimat sederhana ini adalah kalimat yang sudah memiliki makna, oleh karena itu unsur – unsur pembentukannya tidak boleh hilang karena akan mempengaruhi makna pada kalimat itu sendiri. Kalimat inti pada penggunaanya bisa dikembangkan dengan menambahkan unsur lain seperti objek.

Ciri – ciri kalimat inti

Adapun ciri – ciri dari sebuah kalimat yang disebut kalimat inti adalah :

  • tersusun dari unsur dasar yaitu unsur subjek dan unsur predikat
  • dalam perluasannya kalimat inti dapat terdiri dari subjek – predikat, subjek – predikat –objek, atau subjek – predikat – pelengkap
  • tidak ada unsur keterangan pada kalimat inti
  • Bentuk kalimat inti merupakan kalimat aktif
  • bersifat kalimat berita
  • memiliki satu subjek dan satu predikat
  • Unsur – unsur pembentuk kalimat inti adalah kata bukan frasa

Contoh kalimat inti

Berdasarkan pola pembentukannya, berikut ini adalah beberapa contoh dari kalimat inti :

A. Kalimat inti berpola Subjek – Predikat (S-P)

  1. Adik bermain
  2. Ibu memasak
  3. Ayah pergi
  4. Kakak belajar
  5. Mereka tertidur
  6. Lina menyapu
  7. Ani berbelanja
  8. Lia menyanyi
  9. Ina menari
  10. Kami berpelukan
  11. Hujan turun
  12. Bayi tertawa
  13. Bayi menangis
  14. Matahari bersinar
  15. Ami menjahit
  16. Romi membaca
  17. Aldi mendengar
  18. Para atlet berlatih
  19. Rumahnya kotor
  20. Kamarnya berdebu
  21. Rina menyapu
  22. Hadi mencuci
  23. Ida mengepel
  24. Amin terjatuh
  25. Surya duduk
  26. Semua murid membaca
  27. Aldi berdiri
  28. Eka berjalan
  29. Agi berlari
  30. Firman melompat

B. Kalimat inti berpola Subjek – Predikat – Objek

  1. Ibu memasak nasi
  2. Ayah pergi bekerja
  3. Anto menonton televisi
  4. Hadi mendengarkan radio
  5. Kakak bemain gitar
  6. Adi menggambar gunung
  7. Montir membongkar mobil
  8. Rini membeli sayur
  9. Polisi menjaga lalu lintas
  10. Adik bermain bola
  11. Deri membaca buku
  12. Aldi membawa buku
  13. Wildan melihat pemandangan
  14. Dokter memeriksa pasien
  15. Ayah memperbaiki pintu
  16. Pemerintah meresmikan jalan tol
  17. Mereka menonton lomba lari
  18. Ina menyapu halaman
  19. Ani mengepel lantai
  20. Ibu menyetrika pakaian
  21. Ibu menyiapkan bekal
  22. Kakak menbeli sepatu
  23. Paman menjual mobil
  24. Nenek mencari kacamata
  25. Kakek membaca Koran
  26. Ami bermain piano
  27. Adi duduk di kursi
  28. Wildan berdiri di dekat pintu
  29. Pencuri itu melompati pagar
  30. Aldi mengambil uang yang jatuh

C. Kalimat inti berpola Subjek – Predikat – Pelengkap

  1. Cuaca di gurun sangatlah panas
  2. Polisi menangkap pencuri
  3. Korban perampokan ditolong warga
  4. Ayah pergi ke kantor
  5. Ibu membeli baju
  6. Perampok itu tertembak peluru
  7. Adik terjatuh dari sepeda
  8. Mobilnya tertabrak motor
  9. Pemuda itu berkelakuan baik
  10. Rumahnya terawat dengan baik
  11. Pasar itu terbakar habis
  12. Aldi makan sayur
  13. Terdakwa itu terbukti bersalah
  14. Paman menjual mobilnya
  15. Bibi membeli rumah baru
  16. Ciri – ciri pelaku tadi terekam kamera pengawas
  17. Ibu menangis haru
  18. Semua pahlawan berjiwa besar
  19. Bapak Joko Widodo terpilih jadi presiden Indonesia
  20. Motor Adi tertimpa pohon tumbang
  21. Korban bencana alam diselamatkan warga sekitar
  22. Edwin terpilih menjadi ketua kelas
  23. Kedua pemimpin itu berpelukan erat
  24. Kami bergandengan tangan
  25. Aldi memakai baju merah

Kalimat luas

Kalimat luas adalah sebuah kalimat sederhana yang pada pembentukannya mengalami perluasan. Dimana jika pada kalimat sederhana hanya memiliki satu klausa maka setidaknya pada kalimat luas terdapat minimal dua klausa. Pada kalimat luas ini juga terdapat kata penghubung atau konjungsi sebagai cirinya. Kata penghubung atau konjungsi yang sering digunakan diantaranya adalah : “dan”, “tetapi”, “ketika”, dan lain sebagainya.

Jenis – jenis kalimat luas

Kalimat luas itu sendiri terbagi menjadi beberapa jenis, seperti :

1. kalimat luas setara

Kalimat luas setara adalah kalimat luas yang paling tidak dalam pembentukannya memiliki dua buah klausa. Dimana antara kedua buah klausa tersebut memiliki kedudukan yang setara dan masing – masing dapat berdiri sendiri. Setiap klausa ini merupakan klausa inti yang akan membentuk kalimat luas. Pada kalimat luas setara ini biasanya digunakan kata penghubung untuk menyatukan klausa-klausa dalam kalimatnya. Meskipun ada beberapa kalimat luas setara yang pada pembentukannya tidak menggunakan kata penghubung dan hanya menggunakan tanda baca saja, biasanya baca koma. Adapun kata penghubung atau konjungsi yang sering digunakan pada kalimat luas setara diantaranya adalah : “dan”, “lagipula”, “lalu”, “kemudian”, “namun”, dan lain sebagainya.

Adapun ciri–ciri dari kalimat luas setara adalah :

  • Ada perubahan pada intonasi saat klausa – klausa tersebut digabungkan
  • Kata penghubung atau konjungsi berfungsi sebagai pembeda kesetaraan
  • Kedudukan pola pada setiap kalimat dalam setiap klausa memiliki derajat yang sama ataupun sederajat
  • Secara umum pola yang digunanakan pada kaliamt luas setara adalah Subjek – Predikat + Subjek – Predikat

Contoh :

  1. Ibu berasal dari Bandung sedangkan Ayah berasal dari Medan
  2. Kakak membeli tas dan Adik membeli sepatu
  3. Semua polisi tampak siaga sebelum melakukan aksi
  4. Kalian bisa membawa barang – barang ini sendiri atau dititipkan pada panitia
  5. Ayah pergi mengantar Adik ke sekolah lalu berangkat ke kantor
  6. Panaskan dulu minyaknya kemudian masukan bumbu – bumbu yang sudah disiapkan.

2. Kalimat luas tidak setara

Kalimat luas tidak setara, biasa disebut dengan kalimat luas bertingkat. Sama seperti kalimat luas setara, kalimat luas tidak setara juga setidaknya mempunyai dua buah klausa dalam kalimatnya, hanya saja kedudukan klausanya tidak setara/sejajar sehingga kata penghubung untuk menyatukan kalimat tersebut. Adapun kata hubung yang digunakan adalah : “sebab”, “kalau”, “meskipun”, dan lain sebagainya. Karena kedudukannya yang tidak setara maka klausa pada kalimat luas tidak setara terdiri dari induk kalimat dan anak kalimat.

Contoh :

  1. Kecelakaan itu terjadi sebab pengendara yang mengantuk
  2. banjir terjadi sebab saluran air yang tersumbat oleh banyak sampah
  3. Mereka akan menang kalau saja gol tadi tidak tercipta di menit akhir
  4. Mereka akan tetap datang meskipun hujan turun dengan deras
  5. Walau sakit dia tetap datang karena sudah membuat janji
  6. Warga bekerja bakti agar pada saat musim hujan nanti tidak banjir

Demikianlah pembahasan mengenai kalimat inti dan kalimat luas beserta contohnya dalam bahasa Indonesia. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

| |
Back to top button