Pendidikan

Macam-Macam Hubungan Makna dalam Bahasa Indonesia beserta Contohnya

Macam-Macam Hubungan Makna dalam Bahasa Indonesia Beserta Contohnya – Dalam Bahasa Indonesia, setiap kata atau gabungan beberapa kata memiliki makna yang berbeda. Makna ini tergantung pada pengucapan, penyusunan kata, atau penggunaan kata dalam suatu kalimat. Berbagai makna kata yang timbul ini kemudian dibagi menjadi beberapa kelompok sesuai dengan hubungannya masing-masing. Macam-macam hubungan makna kata tersebut adalah sinonim, antonim, polisemi, homonim, hiponim dan hipernim, homograf, homofon, dan metonimia. Agar lebih memahami setiap hubungan makna kata tersebut, berikut disajikan penjelasan yang disertai dengan contoh pada masing-masing jenisnya.

Sinonim

Sinonim seringkali disebut sebagai persamaan kata atau padanan kata. Definisi sinonim sendiri adalah kata yang memiliki bentuk yang berbeda akan tetapi mempunyai kemiripan arti. Kata-kata sinonim dapat saling menggantikan satu sama lain. Contoh:

  1. Target = Sasaran
  2. Sukar = Sulit
  3. Mempunyai = Memiliki
  4. Ahli = Pakar
  5. Agunan = Jaminan
  6. Asa = Harapan
  7. Bisa = Dapat
  8. Daur = Siklus
  9. Ekonomis = Hemat
  10. Endemi = Wabah

Antonim

Antonim seringkali disebut dengan lawan kata. Hubungan makna ini digunakan untuk menyatakan hubungan makna yang berlawanan terhadap suatu kata. Contoh:

  1. Abadi >< Fana
  2. Aktual >< Basi
  3. Anomali >< Normal
  4. Deduksi >< Induksi
  5. Gagal >< Berhasil
  6. Bersih >< Kotor
  7. Besar >< Kecil
  8. Macet >< Lancar
  9. Mayor >< Minor
  10. Pro >< Kontra

Polisemi

Polisemi merupakan istilah yang digunakan untuk menyatakan kata yang memiliki banyak makna. Makna ini bergantung pada konteks kalimat atau pola kalimat. Contoh:

No. Kata Kalimat Makna
1. Kepala Kepala ayah terasa sakit sejak tadi pagi. Bagian tubuh
Warga menuntut pertanggungjawaban kepala desa atas korupsi yang dilakukannya. Pemimpin desa
Budi memang anak yang kepala batu. Sebagai kiasan
2. Akar Kelapa memiliki akar serabut. Bagian pada tumbuhan
Akar keributan ini hanyalah karena salah paham. Awal mula, penyebab
Kakiku sudah mengakar karena menunggumu sedari tadi pagi. Kaku, susah bergerak
3. Darah Kakak membutuhkan transfusi darah golongan AB secepatnya. Arti sebenarnya
Ayah berkata kita masih keturunan darah biru. Sebagai ungkapan atau kiasan
4. Ekor Adik selalu saja mengekor kemana ibu pergi Mengikuti, membuntuti
Aku tidak sengaja menginjak ekor kucing itu. Arti sebenarnya
Ekor mataku tidak pernah kedutan selama ini. Sebagai ungkapan atau kiasan
5. Buah Konon, ibu hamil tidak diperbolehkan makan buah nanas. Arti sebenarnya
Aku selalu menunggu buah tangan dari ayah selepas pulang kantor. Sebagai ungkapan atau kiasan
Mereka kini mendapat buah dari kekejaman mereka kepada anak yatim. Hasil

Homonim

Homonim diartikan sebagai kata yang memiliki penulisan dan pengucapan yang sama akan tetapi maknanya berbeda. Perbedaan kata homonim akan terlihat jelas jika sudah diaplikasikan dalam sebuah kalimat. Contoh:

No. Kata Kalimat Makna
1. Bisa Setiap orang bisa sukses. Dapat
Bisa ular kobra sangat mematikan. Racun
2. Beruang Beruang lapar itu menyerbu perkemahan. Hewan
Andi kini menjadi orang yang beruang. Kaya
3. Hak Pendidikan adalah hak setiap anak. Milik
Rani berjalan pincang karena hak sepatunya patah. Bagian dari sepatu wanita
4. Genting Gito memperbaiki genting yang bocor. Atap rumah
Ibu tidak pernah panik walaupun dalam keadaan genting. Situasi gawat
5. Selang Harus ada selang antara waktu makan dan tidur. Jeda waktu
Ayah mencari selang untuk menyiram tanaman. Alat untuk menyalurkan air

Hiponim dan Hipernim

Hiponim dan hipernim saling berkaitan satu sama lain. Arti dari hiponim adalah kata khusus, sedangkan hipernim adalah kata umum. Kata-kata yang tergolong dalam hiponim terkandung dalam suatu kelompok tertentu. Contoh:

No. Hipernim Hiponim
1. Mamalia sapi, kambing, kuda, kelinci
2. Reptil cicak, komodo, kadal, bunglon
3. Buah durian, nangka, mangga, anggur
4. Grup band ungu, slank, sheila on 7, wali
5. Peralatan elektronik TV, kulkas, radio, komputer

Homograf

Homograf berarti sama tulisan. Hal ini berasal dari kata “homo” yang berarti sama, dan “graph” yang berarti tulisan. Homograf adalah semua kata yang ejaannya sama akan tetapi berbeda pada pengucapannya. Makna kata dalam homograf juga berbeda satu sama lain. Contoh:

No. Kata Makna 1 Makna 2
1. Apel Jenis buah Upacara
2. Tahu Jenis makanan Mengerti
3. Mental Kondisi kejiwaan Terlempar
4. Memerah Kata kerja Kata sifat menjadi merah
5. Teras Beranda rumah Inti

Homofon

Homofon diartikan sebagai kata yang mempunyai lafal yang sama tetapi berbeda dalam hal ejaan dan maknanya. Hal ini sesuai dari asal katanya yaitu “homo” yang berarti sama, dan “foni” yang berarti bunyi. Contoh:

No. Pelafalan Kata Makna
1. Bang Bank lembaga keuangan
Bang Panggilan untuk kakak laki-laki
2. Sangsi Sangsi Ragu-ragu
Sanksi Hukuman
3. Jarum Jarum Alat Jahit
Djarum Merk Rokok
4. Tang Tang Alat penjepit
Tank Kendaraan perang
5. Masa Masa Waktu
Massa Ukuran berat benda

Metonimia

Metonimia sebenarnya merupakan salah satu jenis majas perbandingan. Majas ini mengungkapkan sebuah benda atau barang hanya dengan merk atau labelnya yang sudah terkenal di masyarakat. Penggunaan metonimia sering ditemukan dalam kalimat. Contoh:

No. Kalimat Makna
1. Ayah pergi ke kantor naik Honda setiap pagi. motor
2. Ibu mencuci baju dengan Rinso. deterjen
3. Kakak rajin mengumpulkan uang agar bisa membeli Apple. laptop
4. Adik selalu minum Bendera setiap pagi. susu
5. Garuda selalu terpercaya dari tahun ke tahun. maskapai pesawat

Sekian pembahasan mengenai macam-macam hubungan makna dalam Bahasa Indonesia beserta contoh-contohnya. Semoga materi yang dipaparkan pada artikel ini mudah dipahami dan dapat bermanfaat bagi para pembaca. Terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

| |
Back to top button