Pendidikan

Macam-Macam Kalimat Ambiguitas dan Contohnya

Komunikasi adalah hal yang penting dalam kehidupan manusia sehari-hari. Namun seringkali dalam berkomunikasi kita memiliki beda penafsiran terhadap satu pernyataan dengan orang lain. hali ini sering terjadi baik pada komunikasi lisan maupun tulisan. Hal ini akan memunculkan kesalah pahaman dalam berkomunikasi. Hal ini biasa disebut ambigu.

Pengertian Kalimat ambigu

Secara bahasa ambigu berarti memiliki makna lebih dari satu. Maka kalimat ambigu adalah kalimat yang maknanya bisa bermakna lebih dari satu penafsiran. Keambiguan ini akan mengakibatkan keraguan pada penafsiran kalimat. Keambiguan ini muncul karena peletakan ejaan yang kurang tepat. Untuk menghindari keambiguan ini biasanya dipilih diksi dan tanda baca yang tepat.

Faktor Penyebab ambiguitas

Ada tiga faktor yang dapat menyebakan terjadinya keambiguitas baik pada komunikasi lisan maupun tulisan. Hal itu adalah :

  1. Faktor morfologi, faktor ini muncul diakibatkan oleh pembentukan kata atau kalimat itu sendiri. Contoh :
    • Pensil Andi terbawa Iwan. Kalimat ini dapat berarti :
      • Pensil milik Andi tidak sengaja terbawa Irwan
      • Pensil milik Andi sengaja dibawa Irwan
    • Masuk angin, dapat menimbulkan makna yang berbeda dalam sebuah kalimat.
      • Karena kehujanan semalam, Ayah merasa tidak enak badan karena masuk angin.
      • Saat Iman Membuka pintu masuklah angin yang sangat kencang ke dalam rumah.
  2. Faktor sintaksis, faktor ini muncul diakibatkan masalah sintak atau penyusunan pada kata atau frasa itu sendiri. Contoh  :
    • Gigit jari, perhatikan kalimat berikut :
      • Tim bola basket itu harus gigit jari karena kalah.
      • Adik kecilku kini senang menggigit jari tangannya.
    • Keras kepala
      • Iwan adalah anak yang keras kepala.
      • Pemain sirkus tadi memiliki kepala yang keras.
  3. Faktor Struktural, faktor ini muncul karena diakibatkan oleh struktur pada kalimat itu sendiri. Contoh :
    • Irwan anak Pak Bambang terjatuh dari sepeda. Struktur kalimat seperti ini bisa menyebabkan ambigu. Perhatikan kalimat dibawah ini :
      • Irwan anak Pak Bambang terjatuh dari sepeda (Irwan yang terjatuh dari sepeda)
      • Irwan, anak Pak Bambang terjatuh dari sepeda (anak Pak bambang yang terjatuh dari sepeda)
    • Aldi, Iwan, Doni dimarahi Bu guru. Perhatikan kalimat berikut :
      • Aldi. Iwan, Doni dimarahi Bu guru (Iwan dan Doni yang dimarahi Bu guru)
      • Aldi, Iwan. Doni dimarahi Bu guru (Doni yang dimarahi Bu guru)
      • Aldi, Iwan, Doni dimarahi Bu guru (Aldi, Iwan, dan Doni yang dimarahi Bu guru)

Dari faktor-faktor tersebut kalimat ambiguitas pun terbagi menjadi beberapa macam, diantaranya :

1. Ambiguitas Fonetik

Ambiguitas jenis ini muncul karena adanya persamaan bunyi antara kedua kata saat diucapkan. Keambigutas ini sering muncul dalam percakapan. Contoh :

Pada kata memberi tahu akan muncul dua makna yaitu memberi makanan berupa tahu (makanan yang terbuat dari kacang kedelai) atau memberi suatu informasi.

Pada kata rapat akan muncul dua makna yang berbeda yaitu rapat yang berarti berdempetan atau rapat yang berarti pertemuan.

2. Ambiguitas Gramatikal

Ambiguitas ini terjadi karena proses pada pembentukan tata bahasa baik itu pada sebuah kata ataupun frasa. Ambiguitas ini biasanya akan hilang apabila kata atau frasa tersebut sudah diterapkan pada seuatu kalimat. Contoh :

a. Orang tua

Kata ini akan memiliki dua makna yaitu : Ibu dan Bapak  atau Orang yang sudah tua. Perbedaan ini menjadi jelas apabila dimasukan ke dalam kalimat seperti dibawah ini :

  •  Aldi pergi ke sekolah dengan kedua orang tuanya. (Pada kalimat ini orang tua berarti Ibu dan Bapak)
  •  Aldi membantu orang tua itu menyeberang jalan. (Pada kalimat ini orang tua berarti orang yang sudah tua).

b. Tangan kanan

Kata ini akan memiliki dua makna yaitu : orang kepercayaan atau tangan sebelah kanan. Perbedaan ini akan menjadi jelas apabila dimasukan pada kalimat seperti berikut :

  •  Karena rajin Pak Irwan kini menjadi tangan kanan atasannya. ( Pada kalimat ini tangan kanan berarti orang kepercayaan)
  • Tangan kanan budi terluka saat maen sepak bola kemarin. (Pada kalimat ini tangan kanan berarti tangan sebelah kanan)

3. Ambiguitas Leksikal

Ambiguitas ini muncul karena faktor kata itu sendiri. Pada dasarnya setiap kata memang memiliki beberapa arti. Contoh :

  • Darah
    • Kaki Budi berlumuran darah karena jatuh dari sepeda. (Darah disini berate zat dalam tubuh)
    • Ilham memiliki hubungan darah dengan Iwan. (Darah disini berarti saudara)
  • Lari
    • Semua pemain berlari mengejar bola. (Lari pada kalimat ini berarti melakukan kegiatan berlari)
    • Karena tidak sanggup, Iman memilih lari dari kenyataan. (lari pada kalimat ini berarti putus asa).

Adapun contoh – contoh kalimat ambiguitas yang lain seperti di bawah ini. (Kalimat ambigu dicetak miring)

  1. Sumbangan keempat desa sudah sampai kepada para pengungsi. Kalimat ini dapat berarti :
    • Ada desa yang menyumbang empat kali.
    • Ada empat desa yang menyumbang.
  2. Aldi membeli sepatu seperti Iwan. Kalimat ini dapat berarti :
    • Aldi pergi membeli sepatu seperti yang dilakukan oleh Iwan.
    • Sepatu yang dibeli Aldi sama seperti sepatu Iwan.
  3. Pengusaha baru membangun pabrik di desa. Kalimat ini dapat berarti :
    • Ada seseorang pengusaha baru.
    • Ada pabrik yang baru dibangun oleh seorang pengusaha.
  4. Mayat yang tergeletak di jalanan itu diloncati kucing hidup. Kalimat ini dapat berarti:
    • Ada mayat yang diloncati kucing.
    • Ada mayat yang hidupkembali setelah diloncati kucing.
  5. Andi anak Pak Iwan memiliki wajah yang tampan. Kalimat itu dapat berarti :
    • Andi yang memiliki wajah tampan adalah anak Pak Iwan.
    • Seseorang memberi tahu Andi bahwa anak Pak Iwan memiliki wajah yang tampan.
  6. Teman Aldi yang pintar itu meraih juara satu. Kalimat itu dapat berarti :
    • Temannya Aldi yang pintar.
    • Seseorang memberitahu temannya, bahwa Aldi yang pintar itu juara satu.
  7. Film baru tayang besok. Kalimat ini dapat berarti :
    • Filmnya baru akan tayang besok.
    • Ada film baru yang akan tayang besok.
  8. Istri pegawai yang gemuk itu datang ke kantor tadi pagi. Kalimat itu dapat berarti :
    • Istri pegawai tersebut gemuk.
    • Seseorang memberitahu istrinya bahwa pegawai yang gemuk itu akan datang.
  9. Turis itu sedang berenang di laut mati. Kalimat itu dapat berarti :
    • Laut yang merupakan tempat berenang turis tersebut bernama laut mati.
    • Ada turis yang sedang berenang di laut lalu mati.
  10. Saya membeli buku sejarah baru. Kalimat itu dapat berarti :
    • Bukunya yang baru.
    • Sejarahnya yang baru.

Demikian pembahasan tentang ambiguitas dan contohnya. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

| |
Back to top button