Pendidikan

Macam-Macam Peribahasa dan Contohnya – DosenBahasa.com

Macam Macam Peribahasa dan Contohnya – Siapa yang tidak kenal peribahasa? Dalam percakapan sehari-hari bahkan banyak orang yang sering menggunakan peribahasa, baik secara sadar ataupun tidak. Dalam Bahasa Indonesia, materi mengenai peribahasa menjadi pembahasan yang menarik untuk dipelajari.

Peribahasa diartikan sebagai sebuah ungkapan yang terdiri dari beberapa kata dengan maksud untuk menyatakan keadaan seseorang. Terkadang, peribahasa juga digunakan untuk menyindir seseorang. Penggunaan peribahasa menjadikan pengungkapan maksud seseorang menjadi lebih sopan. Hal ini karena susunan kata peribahasa adalah kata-kata yang tersusun secara indah dan teratur. Dalam masyarakat, peribahasa diturunkan turun temurun.

Terdapat beberapa jenis peribahasa dalam Bahasa Indonesia. Dari semua kumpulan peribahasa yang ada, berikut akan diuraikan antara lain pepatah, ungkapan, bidal/pameo, perumpamaan, tamsil/ibarat, dan semboyan. Agar lebih memperjelas pembaca mengenai macam macam peribahasa tersebut, berikut diberikan penjelasan beserta contohnya.

Pepatah

Pepatah merupakan salah satu jenis peribahasa yang berisikan nasihat. Nasihat atau ajaran dalam pepatah biasanya berasal dari orang-orang terdahulu. Contoh:

No. Pepatah Makna
1. Sehari selembar benang, lama-lama jadi kain Bekerja dan berusaha sedikit demi sedikit, maka dari waktu ke waktu pasti berhasil juga
2. Air tenang menghanyutkan Orang pendiam yang ternyata berilmu banyak
3. Bagai bumi dan langit Dua hal yang sangat berbeda
4. Berjalan pelihara kaki, berkata pelihara lidah Harus selalu berhati-hati dalam melakukan setiap perbuatan
5. Di mana ada kemauan, di situ ada jalan Akan selalu ada jalan bagi orang yang mau berusaha sungguh-sungguh untuk mencapai cita-cita

Ungkapan

Ungkapan sering juga disebut dengan idiom. Ciri khas dari ungkapan adalah makna konotasi dari unsur kata-kata pembentuknya. Dengan kata lain, ungkapan merupakan gabungan kata yang mempunyai makna yang bukan sebenarnya. Ungkapan seringkali digunakan untuk menyampaikan maksud kepada seseorang, dapat berupa sindiran, pujian, atau istilah pengganti agar terdengar lebih sopan. Contoh:

No. Ungkapan Kalimat
1. lintah darat = rentenir Meminjam uang kepada lintah darat justru menambah masalah, bukannya menghilangkan masalah.
2. kecil hati = minder Rani dikenal oleh teman-temannya sebagai seorang anak yang kecil hati.
3. tikus kantor = koruptor Dari tahun ke tahun, KPK semakin berhasil menjerat para tikus kantor.
4. otak encer = pandai Si otak encer selalu saja dikelilingi oleh teman-temannya untuk dimintai bantuan.
5. tulang berbalut kulit = kurus Penyakit kanker lambat laun membuat badannya hanya tinggal tulang berbalut kulit.

Bidal/Pameo

Bidal sebenarnya termasuk dalam jenis puisi lama. Akan tetapi karena bentuknya adalah peribahasa maka dapat juga dikategorikan dalam salah satu jenis peribahasa. Perbedaan bidal dengan jenis peribahasa lainnya adalah adanya rima dan irama, hal ini tidak terlepas bidal sebagai salah satu jenis puisi. Secara khusus, bidal yang berupa pameo identik dengan ucapannya yang diulang-ulang dan sering digunakan sebagai semboyan atau pembangkit semangat. Contoh:

  1. Ada budi ada talas. Ada budi ada balas.
  2. Ikan sepat ikan gabus. Makin cepat makin bagus.
  3. Maju terus pantang mundur.
  4. Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh.
  5. Sekali merdeka, tetap merdeka.

Perumpamaan

Jenis peribahasa selanjutnya adalah peribahasa perumpamaan. Peribahasa perumpamaan adalah sebuah kalimat yang mengungkapkan suatu kondisi tertentu. Ciri khas dari peribahasa perumpamaan adalah penggunaan kata seperti, bak, bagai, bagaikan. Berikut adalah contoh peribahasa perumpamaan:

  1. Bagai air di atas daun talas. (makna: orang yang tidak mempunyai pendirian, atau bingung.)
  2. Bagai anjing mengunyah tulang. (makna: orang yang marah)
  3. Menepuk air di dulang terpercik muka sendiri. (makna: orang yang tidak menjaga rahasia keluarga sendiri akan mendapat malu sendiri)
  4. Sambil menyelam minum air. (makna: orang yang mengerjakan lebih dari satu pekerjaan dalam satu waktu)
  5. Alu patah lesung hilang. (makna: secara terus menerus mendapat musibah/ kemalangan)
  6. Belum beranak sudah berbesan. (makna: sudah berangan-angan atau berharap yang bukan-bukan padahal belum berhasil)
  7. Anak baik menantu molek. (makna: mendapatkan keberuntungan yang berlipat ganda)
  8. Menggantang asap mengukir langit. (makna: pekerjaan yang tiada guna)
  9. Menerka ayam dalam telur. (makna: menentukan suatu hal yang sangat mustahil terjadi)
  10. Buah manis berulat di dalamnya. (makna: kata-kata manis akan tetapi jahat hatinya)

Tamsil/Ibarat

Tamsil/ibarat adalah jenis peribahasa yang ditujukan untuk menunjukkan perbandingan tentang suatu hal. Contoh:

  1. Ibarat bunga, segar dipakai layu dibuang. (makna: seseorang ketika masih sehat disayang, ketika sakit ditinggalkan)
  2. Tua-tua keladi, makin tua makin menjadi. (makna: orang yang bertambah usianya, kelakuannya makin seperti anak muda)
  3. Sakit sama mengaduh, luka sama mengeluh. (makna: sepaham dalam setiap keadaan)
  4. Menang jadi arang, kalah jadi abu. (makna: kondisi menang atau kalah sama-sama menderita)
  5. Ada uang abang disayang, tak ada uang abang melayang. (makna: hanya mau di saat senang dan tidak mau di saat susah)
  6. Jauh di mata dekat di hati. (makna: tetap merasa berdekatan walaupun berjauhan)
  7. Malang tidak dapat ditolak, mujur tidak dapat diraih. (makna: manusia tidak dapat menentukan apa yang akan terjadi)
  8. Karena nila setitik, rusak susu sebelanga. (makna: karena kesalahan kecil, semua kebaikan yang telah dilakukan hilang)
  9. Tong penuh tidak berguncang, tong setengah berguncang. (makna: orang berilmu akan menjaga omongan, sedangkan orang bodoh banyak omong)
  10. Berguru kepalang ajar, bagai bunga kembang tidak jadi. (makna: hendaknya menuntut ilmu dengan sepenuh hati agar mendapat hasil yang baik)

Semboyan

Semboyan digunakan untuk pedoman, baik oleh individu atau kelompok tertentu. Contoh:

  1. Rajin pangkal pandai.
  2. Hemat pangkal kaya
  3. Kebersihan sebagian dari iman
  4. Bhinneka tunggal ika
  5. Sekarang pembaca, esok pemimpin bangsa.
  6. Orang berilmu pasti maju.
  7. Tiada kata terlambat untuk belajar.
  8. Sholat adalah tiang agama.
  9. Menyerah menunda keberhasilan.
  10. Habis gelap terbitlah terang.

Sekian pembahasan mengenai macam-macam peribahasa dan contohnya. Semoga materi yang dipaparkan pada artikel ini mudah dipahami dan dapat bermanfaat bagi para pembaca. Terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

| |
Back to top button